Opini

Dilematika Antara Generasi Lama (Tua) dan Generasi Saat Ini (Muda)

Sumber gambar: systemsolutionsdevelopment.com

Sebuah pemandangan yang menyejukkan, ketika melihat dua manusia berbeda zaman, usia yang tak sama, terpaut dari masa kelahiran, perjalanan waktu kehidupan yang tak segenerasi, yaitu golongan tua dan generasi muda, keduanya memiliki masa hidup yang selalu berubah, berkembang dan berrevolusi, maka tak jarang dari berbedanya masa hidup menumbuhkan dan menghaslikan pengetahuan, informasi juga pada pengalaman hidup yang tak sama, golongan lama tentunya masa kecilnya tak sama realitas kecil dulu dengan masa kecil generasi muda saat ini, tantangan zamannya berbeda, problematika yang dihadapi pun berbeda, maka tak jarang jika keduanya saling berbeda pandangan, persepsi, dan pikiran sehingga menimbulkan konflik baik intern ataupun inhern, perpecahan yang memanas atupun yang biasa adanya. Kita lihat bagaiamana pada zaman kemerdekaan dulu dalam penentuan keputusan anatara  golongan tua dan golongan muda, atau fenomena sosial yang terjadi saat ini antara anak dan orang tua, betapa banyak orang tua yang memaksakkan kehendak kehidupan anak dengan kehendak dirinya, seingga pendidikan, perinikahan, parenting dipegang sepenuhnya oleh monitoring kekuasan orang tua, begitu pun sebaliknya betapa banyak anak muda yang tidak tau menau pengorbanan orang tua adalah keniscayaan yang tidak mereka hayati dan rasakan, mereka tidak tau menau akan terima kasih dan kasih sayang  sehingga kedurhakaan menjadi respon perilaku sosial.

Dari komposisi ini terlihat sebuah alur pemikiran dan dasar dalam mambangun cara hidup. Cara pandang yang erat kaitanya dengan keteguhan masing-masing. Genarasi lama menganggap pengalaman hidup yang dialaminya lebih lama dan lebih banyak sehingga generasi baru harus banyak nurut dan mengaikuti arahan berdasar pengalaman yang telah ada dan sudah-sudah, golongan baru yang diwakili para pemuda, menbuat persepsi bahwa yang mengerti kondisi dan konteks kehidupan mereka saat ini adalah mereka. Bagaimana situasi yang ada, apa yang mereka butuhkan, sampai pada keadaan  zaman saat ini yang benar-benar mengerti dan memahami adalah mereka selaku subyek masa kehidupan saat ini.

Maka keduanya harus sama-sama mencari titik seimbang, yakni hubungan mereka memang saling membutuhkan untuk melengkapi apa yang kurang dari cara pandang dalam menjalani kehidupan antara keduanya. Tidak bisa memutuskan berdiri sendiri, genarasi lama dengan bekal dari masa lalu juga harus memahami realita saat ini agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat ini. Begitupun generasi muda, selain penghayatan psikis, sosial, dan kebutuhan zaman, hendaknya mereka juga belajar memahami pola yang berjalan di masa lalu. Karena mereka (anak muda) merupakan hasil dari produk masa lalu yang terus menerus berjalan seiring perkembangan zaman, sehingga keduannya harus saling bersinergi bermuasyafahah, musyawarah dan duduk bersama, melengkapi apa yang kurang dari perjalanan masa lampau sehingga menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkemajuan bagi generasi yang akan datang.

Bagikan Postingan Ini! 😊

Tentang Kontributor

Ach Yaskur

MASUK / DAFTAR

Mulailah Berkarya!
Lupa Kata Sandi? Klik Disini atau Buat Akun Baru
=
Masuk dengan akun lain

Video Kontributor

Media Patner

Hosting Unlimited Indonesia




Note:

Sebagian hasil dari penggunaan layanan dan produk Starla Education akan didonasikan untuk LKSA/Panti Asuhan Roisus Shobur. | Kamu juga bisa ikut langsung berdonasi melalui kitabisa.com/pesantrensosial